BOGOR - Direktorat Jenderal (Ditjen) Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementan menggelar Workshop Konten Media dan Publikasi guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas pengelolaan medsos sebagai ujung tombak pada publikasi program dan kegiatan.
Kegiatan ini dikuti lebih dari 50 peserta yang digelar di Ruang Rapat BRMP Hortikultura, Kota Bogor, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP), Dr. Ir. Hermanto, M.P mengatakan pelatihan ini merupakan rangkaian pelatihan bagi kehumasan LIP dalam memperdalam ilmu pengelolaan media sosial khususnya pada platform TIKtok, Instagram, Facebook maupun Youtube. “Ditjen LIP ini lahir baru satu tahun, jadi kami membutuhkan pemahaman kehumasan termasuk dalam pengelolaan media sosial,” ujar Hermanto, Kamis, 16 Oktober 2025.
Hermanto mengatakan saat ini banyak kegiatan Ditjen LIP yang belum terpublikasi dengan baik. Padahal, kegiatan dan program yang ada saat ini sangat penting terutama karena melibatkan masyarakat untuk mendongkrak kegiatan ekonomi di semua daerah. “Kami berharap dengan kegiatan kami ini, masyarakat dapat aware terhadap sektor irigasi khususnya pada penyediaan air untuk meningkatkan produksi menuju swasembada pangan,” katanya.
Adapun sebagai Narasumber kegiatan ini adalah Perwakilan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Assoc Prof. Dr. Rulli Nasrullah, M.Si (Praktisi Media dan Budaya Digital); Marrsya Tunjung Sari (Photografer Profesional); dan Tonari (Praktisi Pembuatan Vidio Drone).
Pada kegiatan ini juga, turut hadir Pracoyo Wiryoutomo sebagai pemateri dari Spora Communication. Ia mengatakan, sistem audit media sosial sangat penting terutama untuk memonitoring semua aktivitas massa yang bergerak di dunia internet. “Sebagai konten utama, media sosial terbagi menjadi 4 konten. Pertama adalah prinsip kerja sprinkler gun dan sprinkler bravo 1 yang menekankan visual desain edukatif dan bahasa agar mudah dipahami,” katanya.
Berikutnya, kata Pracoyo, konten utama pada media sosial harus mengedepankan interaksi santai dan awareness kampanye. Contohnya, postingan Instagram reel ringan dengan tagar #balaiteknikirigasi sebagai ajakan awarness terhadap isu dengan bahasa yang santai. “Selain itu, konten utama juga meliputi ucapan khusus dan perayaan nasional seperti hari pangan nasional dan juga meliputi visi edukasi sosial,” jelasnya.