Bogor — Kementerian Pertanian menyelenggarakan Forum Tematik Bakohumas tahun 2025 dengan tema “Bicara Padi, Bicara Swasembada Pangan”, bertempat di Kantor Kebun Percobaan Muara Bogor (IP2TP Muara), Jalan Kapten No. 12, Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Kegiatan ini dikemas dalam format talk show Tani On Stage, sebagai sarana sosialisasi dan diseminasi informasi program pertanian kepada masyarakat luas (16/10).
Forum ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Dr. Ir. Sam Herodian, MS, IPU, APEC Eng. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa cadangan beras nasional saat ini mencapai 12 juta ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pencapaian ini merupakan wujud nyata keberhasilan program swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah.
“Mari bersama-sama mendukung misi Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembangunan pertanian yang mandiri dan berdaulat,” ujar Sam Herodian.
Sementara itu, Ketua Umum Bakohumas, Molly Prabawaty, yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dalam sambutannya menegaskan bahwa tema kegiatan hari ini mencerminkan keberhasilan besar bangsa Indonesia di sektor pangan. Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional periode Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, meningkat 12,62% dibanding periode yang sama tahun 2024.
Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan melampaui proyeksi lembaga internasional seperti FAO dan USDA. “Keberhasilan besar ini tidak akan bermakna tanpa komunikasi publik yang kuat, inklusif, dan terarah. Peran Bakohumas sangat penting sebagai simpul strategis penyampai narasi positif pembangunan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah, berbasis data, dan membangun kepercayaan,” ungkap Molly Prabawaty.
Beliau juga mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga agar pesan komunikasi pemerintah menjadi satu suara yang solid, optimalisasi pemanfaatan data dan teknologi untuk percepatan diseminasi informasi, serta penerapan pendekatan komunikasi partisipatif agar masyarakat terlibat aktif dalam pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, drh. Moch. Arief Cahyono, M.Si, menyampaikan sejumlah capaian program Kementerian Pertanian. Menurutnya, komoditas beras menjadi salah satu faktor penting dalam menekan inflasi nasional pada September 2025. Selain itu, cadangan beras pemerintah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 4,2 juta ton pada Juni 2025.
“Serapan Bulog naik hingga 2.000 persen, menunjukkan hasil nyata dari kebijakan swasembada pangan berbasis kesejahteraan petani,” tegas Arief Cahyono.
Forum Tematik Bakohumas 2025 ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unit kerja lingkup Kementerian Pertanian, antara lain Sekretariat Itjen, seluruh Sekretariat Direktorat Jenderal, Sekretariat Badan, serta para Kepala Biro, Kepala Pusat, dan pejabat lingkup Biro Komunikasi dan Layanan Informasi.
Selain itu, turut hadir pula perwakilan organisasi mahasiswa dan asosiasi profesi, seperti Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), POPMASEPI, FKK HIMAGRI, Rembuk Pemuda, HMI, IPNU, PII, KAMMI, dan IMM.
Melalui forum ini, Kementerian Pertanian berharap kolaborasi antarinstansi, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat dapat semakin diperkuat dalam membangun komunikasi publik yang efektif dan membumikan pesan-pesan pembangunan pertanian kepada seluruh lapisan masyarakat.