Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu

Ditjen LIP Kawal Percepatan LTT di Kalimantan Selatan: Pastikan Cetak Sawah Terintegrasi dengan Jaringan Irigasi

  • 26/08/2025 17:33:00
  • By : HumasLIP
  • 416
Ditjen LIP Kawal Percepatan LTT di Kalimantan Selatan: Pastikan Cetak Sawah Terintegrasi dengan Jaringan Irigasi

Banjarmasin – Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal ketahanan pangan nasional. Melalui Diskusi Teknis Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Dukungan Irigasi yang digelar di Aula Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Banjarmasin, Selasa (26/08/2025), Ditjen LIP menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengamankan target produksi pangan.

 

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi percepatan LTT dan irigasi yang sebelumnya dilaksanakan pada 22 Agustus 2025 di Kementerian Pertanian. Undangan diskusi disampaikan oleh Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi, S.T., M.T., dengan menghadirkan jajaran strategis baik pusat maupun daerah.

 

 

Hadir langsung dalam forum tersebut Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Andy Wijanarko, S.P., M.Si., yang menegaskan bahwa setiap lokasi cetak sawah harus didukung dengan saluran irigasi yang memadai agar berfungsi optimal.

 

 

“Cetak sawah tanpa irigasi hanya akan menjadi lahan tidur. Karena itu, Ditjen LIP menekankan integrasi penuh antara perluasan areal tanam dengan dukungan jaringan irigasi. Inilah kunci keberhasilan percepatan LTT di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

 

 

Diskusi ini membahas tiga isu utama:

1. Progres percepatan LTT di Kalimantan Selatan.

2. Kendala di lapangan yang berpotensi menghambat percepatan tanam.

3. Dukungan lintas sektor yang diperlukan agar target percepatan LTT September–Oktober 2025 dapat tercapai.

 

 

Acara diikuti oleh jajaran pejabat strategis, mulai dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sekretaris Ditjen PSP, Komandan Satgas Swasembada Pangan, para Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan di tingkat kabupaten/kota, Kepala Dinas Pertanian dari berbagai daerah, hingga jajaran teknis BWS Kalimantan III. Kehadiran multipihak ini menjadi bukti bahwa percepatan LTT merupakan agenda nasional yang memerlukan kolaborasi pusat, daerah, dan instansi teknis pengelola sumber daya air.

 

 

Diskusi teknis ini menghasilkan kesepahaman bahwa keberhasilan swasembada pangan di Kalimantan Selatan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga ketersediaan air irigasi yang berkelanjutan. Ditjen LIP bersama BWS Kalimantan III berkomitmen melakukan percepatan rehabilitasi dan operasi pemeliharaan irigasi demi mendukung keberhasilan musim tanam September–Oktober 2025.

 

 

Ditjen LIP optimistis, dengan sinergi erat antara Kementan, KemenPUPR, Pemprov Kalimantan Selatan, TNI, serta pemerintah kabupaten/kota, Kalimantan Selatan akan mampu menjadi role model percepatan LTT berbasis dukungan irigasi yang terintegrasi. Langkah ini bukan hanya mendukung swasembada pangan di wilayah setempat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional menuju kedaulatan pangan Indonesia.

KATEGORI