Tanah Bumbu — Dalam rangka percepatan pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat Tahun 2025, Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian, Dr. Asmarhansyah, Ph.D, bersama tim melakukan kunjungan lapangan ke dua desa lokasi cetak sawah di Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (28/7)
Dua desa yang menjadi lokasi tinjauan adalah Desa Satiung dan Desa Karya Bakti, yang merupakan bagian dari areal prioritas realisasi program Cetak Sawah 2025 di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Dr. Asmarhansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian dan Plt. Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian untuk melakukan pengawalan langsung di lapangan terhadap progres konstruksi cetak sawah rakyat di provinsi prioritas.
“Kita ingin memastikan bahwa seluruh proses konstruksi berjalan sesuai target dan tahapan, sehingga pada akhir September 2025 seluruh lahan sudah siap tanam. Tugas kami di lapangan adalah membantu memecahkan hambatan teknis dan memastikan alat serta sumber daya benar-benar bekerja efektif,” ujarnya.
Adapun hasil kunjungan menunjukkan perkembangan sebagai berikut:
Desa Satiung
Target luasan: 501 hektar
Telah dikonstruksi: 117 hektar
Lahan siap tanam (sudah olah tanah): 15 hektar
Target penyelesaian: September 2025
Desa Karya Bakti
Target luasan: 345 hektar
Saat ini dalam tahap pemasukan alat berat dengan total 23 unit telah dikondisikan untuk mulai bekerja.
Turut hadir mendampingi kegiatan lapangan ini yaitu Danramil Kusan Tengah dan Babinsa Kecamatan Karya Bakti, yang aktif mendukung sinergi TNI dalam pengawalan dan percepatan kegiatan cetak sawah. Dari pihak Pemerintah Daerah, hadir Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen Kementerian Pertanian melalui Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian untuk terus mendorong keterlibatan lintas sektor—terutama Pemda dan TNI—guna mewujudkan keberhasilan cetak sawah sebagai bagian dari agenda strategis swasembada pangan nasional.