BPLIP Kelas II Mataram
Suparman, S.P., M.P., dilantik sebagai Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas II Mataram pada tanggal 4 Februari 2026. Penugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pimpinan atas pengalaman dan kompetensinya dalam pengelolaan program pembangunan pertanian, perencanaan strategis kelembagaan, serta penguatan koordinasi pelaksanaan kegiatan di lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Sebelumnya, Suparman menjabat sebagai Ketua Tim Kerja Program dan Evaluasi pada Balai Riset dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Tengah pada periode 2021–2025. Dalam jabatan tersebut, ia berperan dalam penyusunan perencanaan program, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan, serta pengendalian capaian kinerja organisasi guna memastikan efektivitas implementasi program pembangunan pertanian.
Pengalaman manajerialnya juga diperoleh saat menjabat sebagai Koordinator Program pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Tengah pada periode 2011–2018. Pada masa tersebut, ia bertanggung jawab dalam koordinasi penyusunan rencana kerja, pengelolaan kegiatan pengkajian teknologi pertanian, serta penguatan sinergi antara kegiatan penelitian, pengembangan, dan diseminasi inovasi teknologi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan daerah.
Kariernya sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Pertanian dimulai sejak tahun 2008. Selama masa pengabdiannya, ia aktif mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pembangunan pertanian melalui pendekatan perencanaan berbasis kinerja dan penguatan evaluasi program yang berorientasi pada peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Suparman lahir di Bagik Gaet pada tanggal 31 Desember 1977. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian (S1) sebelum melanjutkan pendidikan Magister Pertanian (S2) pada bidang Agronomi. Pendidikan tersebut memperkuat kompetensinya dalam pengembangan sistem budidaya tanaman, pengelolaan program pertanian, serta penerapan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.