Tingkatkan Kualitas Cetak Sawah, BPLIP Makassar Perkuat Kolaborasi

Tingkatkan Kualitas Cetak Sawah, BPLIP Makassar Perkuat Kolaborasi

Makassar - Program cetak sawah menjadi prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kementerian Pertanian terus meningkatkan kualitas  pelaksanaan cetak sawah dengan mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi.

Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar menggelar pertemuan untuk membahas Survei Investigasi Desain (SID) Cetak Sawah 2025 sebagai langkah memastikan kesiapan teknis sebelum tahap konstruksi.

Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementan RI, Dede Sulaeman, menegaskan bahwa percepatan program harus tetap mengedepankan kualitas.

“Cepat bukan berarti mengesampingkan kualitas. Fokus kita adalah meningkatkan kapasitas tenaga ahli dan tim survei, serta menciptakan pola kerja yang efisien,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Rustan Massinai, menekankan pentingnya evaluasi berkala dalam pelaksanaan SID.

“Kami ingin mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan yang muncul pada tahun sebelumnya, sekaligus memastikan kualitas survei yang dilakukan tim SID sudah memadai,” ujarnya.

Pembahasan SID menjadi fondasi penting untuk menjamin kelayakan hidrologi, kesuburan tanah, hingga kepastian legalitas lahan. Tanpa perencanaan yang matang, program cetak sawah berisiko menghadapi kendala serius, seperti kekeringan maupun genangan akibat kesalahan desain.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi terpadu dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dipublikasikan : 10 Apr 2026, humas