Pemerintah Dorong Merauke Jadi Motor Penggerak Pertanian di Kawasan Indonesia Timur
Jakarta, — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah strategis dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan pemerataan pembangunan ekonomi khususnya di Kawasan Indonesia Timur.
Implementasi ini terintegrasi dengan program Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Papua Selatan dan masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan Pemerintah melalui keputusan strategis Presiden RI dan peraturan perundang-undangan terkait.
Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, M.P dalam keterangan persnya di Kantor Pusat Ditjen LIP, Jakarta (27/01/2026) menegaskan “Komitmen Pemerintah dalam PSN di Papua Selatan ini secara jelas akan direalisasikan dalam mendorong Provinsi Papua Selatan sebagai salah satu Lumbung Pangan Nasional di Indonesia Timur. Hal ini juga sudah di sepakati oleh Pemerintah Daerah, artinya Bupati Merauke juga mendukung program pemerintah ini seperti terakhir didiskusikan dalam Rakor Kegiatan Cetak Sawah dan Optimasi Lahan tahun 2025 di Provinsi Papua Selatan dengan Bupati Merauke dan jajaran Kodam XXIV/ Mandala Trikora bulan Desember tahun 2025 yang lalu”
Merauke sebagai Kunci Ketahanan Pangan Indonesia Timur
Lebih lanjut dikatakan Dirjen Hermanto bahwa “Urgensi Merauke dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki potensi lahan rawa yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif, terutama padi, untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Kebijakan pengembangan KSPP dalam kerangka Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional yang ditindaklanjuti melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional menjadi prioritas mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan sebagai pusat produksi pangan berskala besar ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan produksi di wilayah barat Indonesia”.
Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP), Kementerian Pertanian memiliki peran sentral dalam perencanaan dan pelaksanaan teknis pengembangan lahan pertanian di Merauke melalui beberapa program dan kegiatan lahan dan irigasi pertanian.
“Program cetak sawah rakyat (CSR) dan optimasi lahan (Oplah) di Merauke merupakan basis utama terwujudnya lumbung pangan di Kawasan Indonesia Timur. Ini bukan hanya tentang memperluas luas lahan tanam, tetapi bagaimana kita mengoptimalkan potensi lahan melalui sistem irigasi dan pengendalian air yang benar sehingga lahan dapat produktif sepanjang tahun. Upaya ini menjadi bagian nyata kontribusi Kementerian Pertanian terhadap ketahanan pangan nasional.” Ujar Dirjen Hermanto.
Selain itu, Dirjen Hermanto berkali-kali menekankan bahwa percepatan pelaksanaan langsung di lapangan — dari pembangunan jaringan irigasi hingga proses cetak sawah — harus dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kontraktor pelaksana guna memastikan target dapat dicapai sesuai jadwal yang ditetapkan.
Saat ini Program Cetak Sawah Rakyat dan Oplah secara nasional dijalankan dan terus berprogress melalui mekanisme RPATA (Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran) sesuai PMK nomor 84 tahun 2025.
Program pengembangan KSPP di Papua Selatan ini turut didukung oleh kementerian/lembaga terkait termasuk Kementerian Pekerjaan Umum yang membangun infrastruktur sumber daya air dan jaringan jalan untuk mendukung konektivitas kawasan serta keberlanjutan produksi pangan di wilayah tersebut. Infrastruktur ini diharapkan dapat mengoptimalkan akses logistik dan mobilisasi produksi sepanjang tahun.
Pemerintah melalui PSN merancang kawasan pangan di Merauke tidak hanya sebagai pusat produksi pangan, tetapi juga sebagai salah satu upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Indonesia Timur. Dukungan arahan strategis dan pendanaan pada PSN memperkuat langkah percepatan pembangunan kawasan ini.
Melalui upaya pengembangan program cetak sawah, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, dan sinergi lintas kementerian, pemerintah terus mendorong agar Merauke benar-benar menjadi motor penggerak pertanian Indonesia Timur serta memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Pemerintah memastikan bahwa seluruh program ini dijalankan secara profesional, sinergis, dan berdampak luas — baik bagi petani lokal maupun bagi ketahanan pangan Indonesia secara keseluruhan.
Dipublikasikan : 30 Jan 2026, humas