Kementan Genjot Swasembada Pangan, Sidrap Jadi Fokus Pengembangan Cetak Sawah dan Optimasi Lahan

Kementan Genjot Swasembada Pangan, Sidrap Jadi Fokus Pengembangan Cetak Sawah dan Optimasi Lahan

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan komitmen menuju swasembada pangan melalui pelaksanaan Program Cetak Sawah dan Optimasi Lahan. Hal ini sebagai langkah strategis dalam keberlanjutan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa perluasan areal tanam melalui cetak sawah menjadi salah satu kunci penguatan produksi nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, sinergi antara Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus diperkuat melalui pembahasan implementasi Program Cetak Sawah dan Optimasi Lahan di daerah.

Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai, S.T.P., M.Sc., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut, khususnya dalam mendukung penyediaan sarana dari aspek lahan dan irigasi pertanian.

“Saya meminta kerja sama dari semua pihak, mulai dari kepala UPT hingga para penyuluh pertanian di lapangan, untuk mengawal program ini dengan maksimal,” ujarnya saat kunjungan kerja di Kabupaten Sidrap, Senin (31/3/2026).

Selain itu, penguatan infrastruktur pengairan juga menjadi fokus, melalui pengembangan Irigasi Perpompaan, Irigasi Tersier, hingga sistem perpipaan guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Sementara itu, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti dan mengeksekusi program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pertanian di Sidrap, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Dipublikasikan : 01 Apr 2026, humas