Kementan dan Kopassus Siapkan 2.000 Hektare untuk Percepatan Tanam Jagung 2026
Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyiapkan lahan sekitar 2.000 hektare untuk mendukung percepatan tanam jagung tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan produksi nasional guna menjaga stabilitas pangan dan pakan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Panglima Komando Pasukan Khusus, Letjen TNI Djon Afriandi pada Jumat (20/2/2026) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Djon menyampaikan kesiapan Kopassus untuk mendukung penuh program swasembada jagung sebagaimana arahan Presiden Prabowo terkait penguatan ketahanan pangan nasional.
“Pada pertemuan hari ini kami melaporkan perkembangan rencana penanaman jagung tahun 2026 dalam rangka mendukung swasembada jagung. Sesuai arahan Bapak Presiden dalam penguatan ketahanan pangan, Kopassus memiliki lahan yang siap disinergikan dengan Kementan,” ujar Djon.
Ia menjelaskan, lahan seluas kurang lebih 2.000 hektare tengah dimatangkan dan tersebar di beberapa wilayah. “Untuk wilayah IPDN dan Karawang sudah siap tanam jagung, dan rencananya akan ada pengembangan komoditas kelapa kopra di Konawe, Sulawesi Tenggara” tegasnya.
Djon menegaskan, dengan potensi lahan yang tersedia, Kopassus siap menjadi bagian dari solusi percepatan produksi jagung nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk nyata dukungan TNI dalam menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Kami siap bersinergi mendukung peningkatan produksi jagung demi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menekankan bahwa jagung merupakan komoditas strategis yang sangat menentukan stabilitas pangan dan pakan nasional.
“Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementan akan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor serta benih jagung unggul kepada Kopassus. Bantuan ini untuk mempercepat olah lahan, meningkatkan indeks pertanaman, dan mendongkrak produktivitas secara signifikan,” ujarnya.
Mentan Amran menegaskan bahwa percepatan produksi tidak boleh dilakukan setengah-setengah. “Kita tidak boleh setengah-setengah. Traktor kita turunkan untuk percepatan olah lahan, benih unggul kita siapkan agar produktivitas meningkat, “ ujarnya
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Kopassus diharapkan mampu memperkuat pengawalan program di lapangan sehingga bantuan yang diberikan benar-benar berdampak pada peningkatan produksi.
“Dengan sinergi bersama Kopassus, kita pastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan produksi jagung melonjak,” tegasnya.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan swasembada. Keterlibatan Kopassus di lapangan diharapkan mampu memperkuat pengawalan program, menjaga disiplin pelaksanaan tanam, serta membangun semangat gotong royong bersama petani.
Kementan optimis, dengan dukungan alsintan, benih unggul, serta sinergi kuat bersama Kopassus, produksi jagung nasional akan meningkat signifikan dan target swasembada dapat tercapai lebih cepat.
Kolaborasi Kopassus dan Kementan menjadi bukti bahwa semangat persatuan lintas sektor adalah kunci dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
Dipublikasikan : 20 Feb 2026, humas