Kepala BPLIP Kelas I Bandung
Hamid Sangadji, SP, MP
Hamid Sangadji, S.P., M.P. lahir di Rohomoni pada 28 November 1978. Beliau menempuh pendidikan Sarjana (S1) di bidang Budidaya/Ilmu Tanah pada Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon, kemudian melanjutkan studi di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya, beliau meraih gelar Magister (S2) di bidang Agribisnis pada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Latar belakang pendidikan tersebut membekali beliau dengan kompetensi di bidang pengelolaan lahan, perencanaan pembangunan pertanian, serta penguatan pembiayaan sektor pertanian.
Karier beliau di lingkungan Kementerian Pertanian diawali sebagai CPNS pada tahun 2002. Seiring perjalanan waktu, beliau mengemban berbagai jabatan strategis di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan serta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, antara lain sebagai Kepala Seksi Tanaman Pangan (2010-2016), Kepala Seksi Alokasi Pupuk Bersubsidi (2016-2018), Kepala Subdirektorat Perluasan Areal (2018-2020), Kepala Bagian Perencanaan (2020-2021), hingga Koordinator dan Ketua Kelompok Substansi pada bidang perencanaan serta pembiayaan pertanian. Pengalaman lintas fungsi tersebut memperkuat kapabilitas beliau dalam perumusan kebijakan, perencanaan program, serta penguatan kelembagaan dan pembiayaan pertanian.
Selain pengalaman struktural, Hamid Sangadji juga pernah terlibat dalam penguatan tata kelola korporasi sebagai anggota Komite Audit serta Komite Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance (GCG) di PT Pupuk Kujang (2017-2018). Pengalaman ini memperkaya perspektif beliau dalam tata kelola organisasi, akuntabilitas, dan pengelolaan risiko program.
Saat ini, Hamid Sangadji, S.P., M.P. mengemban amanah sebagai Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung di bawah Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dalam peran tersebut, beliau berkomitmen memperkuat pengelolaan lahan dan irigasi pertanian melalui perencanaan berbasis data, penguatan layanan teknis, serta sinergi lintas sektor untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.